PANGKALPINANG – Dalam Rapat Koordinasi (rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS menekankan perlunya program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dalam kebijakan program. Hal ini diungkapkannya saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, yang bertempat di Hotel Sun pada Senin (28/07/2025).

“Dalam RPJMN 2025-2029, telah ditetapkan bahwa bidang kesehatan termasuk dalam prioritas nasional ke-4 dengan sasaran “kesehatan untuk semua”,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andri mengungkapkan bahwa program pencegahan dan penanggulangan penyakit merupakan  program prioritas dalam RPJMN tersebut.

“Kebijakan program diarahkan pada pencegahan, deteksi, dan respons terhadap penyakit, dan pengendalian faktor risiko,” ujarnya.

Termasuk juga, lanjutnya,  peningkatan kualitas data dan informasi, pemberdayaan peran swasta dan masyarakat, akuntabilitas, dan peningkatan sumber daya.

Dalam Rakor yang bertema Optimalisasi Kemitraan Lintas Sektor dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, Andri mengharapkan dukungan manajemen program di bidang P2.

 “Diperlukan koordinasi antar lintas program dan lintas sektor, serta komitmen yang kuat seluruh pemangku kepentingan sehingga pencapaian target yang telah dirumuskan bersama akan segera tercapai,” lanjutnya.

“Dukungan maksimal lintas sektoral dan lintas program menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan upaya peningkatan capaian pelaksanaan di wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Andri.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Meiritia Qomariah menyampaikan perlu adanya dukungan serta sinergitas dari berbagai lintas program, lintas sektor, dan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam mendukung pencegahan dan pengendalian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Melalui rakor ini, kami berharap dapat menyatukan pandangan, meningkatkan pemahaman, bersinergi dalam mengevaluasi, merumuskan, dan menyinkronisasi pelaksanaan program dan kegiatan P2P,” pungkasnya.